kumpulan soal akuntansi

Oktober 20, 2006

Bayar Pajak Bisa Melalui ATM

Filed under: Berita Perpajakan,Blogroll — Dian Arief Wahyudi @ 1:08 am

News

Jawa Pos, 16-Oktober-2006

Bayar Pajak Bisa Melalui ATM

JAKARTA – Sistem penerimaan negara online mulai diaplikasikan pada 1 November nanti. Program itu memadukan teknologi informasi di Ditjen Pajak dan Ditjen Perbendaharan Depkeu. Melalui sistem tersebut, pembayaran pajak tak harus dilakukan langsung di bank.

Berlaku Per 1 November

JAKARTA – Sistem penerimaan negara online mulai diaplikasikan pada 1 November nanti. Program itu memadukan teknologi informasi di Ditjen Pajak dan Ditjen Perbendaharan Depkeu. Melalui sistem tersebut, pembayaran pajak tak harus dilakukan langsung di bank.

“Nanti orang membayar pajak tidak harus pergi ke bank. Bisa dari rumah melalui komputer (yang tersambung internet),” kata Dirjen Perbendaharaan Depkeu Mulia P. Nasution di kantornya akhir pekan lalu. Sistem tersebut merupakan bagian dari treasury single account (rekening perbendaharaan tunggal).

Dengan penggabungan teknologi informasi dari dua Ditjen di Depkeu itu, pembayaran pajak akan langsung masuk ke kas negara. Namun, pada saat yang sama Ditjen pajak bisa memperoleh akses tentang pembayaran tersebut. Untuk memperlancar sistem itu, Depkeu bekerja sama dengan bank umum.

Menurut Mulia, sebelumnya hubungan pemerintah dengan perbankan masih belum transparan. Hal itu karena pemerintah tidak dibebani cost, namun bank bisa mendapatkan sumber biaya murah dengan penyimpanan kas negara dalam waktu tertentu. “Ke depan harus jelas hitung-hitungannya. Mereka menyelenggarakan jasa kepada kita, kita bayar. Sebaliknya, tidak ada saldo yang mengendap di sana,” katanya.

Karena tidak ada yang mengendap di bank umum, saldo dikumpulkan pemerintah di Bank Indonesia. “Itu yang harus dioptimalkan. Nanti diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan uang negara,” katanya. Dia menambahkan, dengan adanya kemudahan bagi pembayar pajak, penerimaan negara diharapkan bertambah. “Kita berharap lebih banyak yang diterima. Sebab, itu suatu sistem yang diterapkan oleh 87 bank dan digunakan di ribuan kantor-kantor cabang di bank tersebut, sehingga jangkauannya semakin luas,” beber Mulia.

Dalam melakukan pembayaran, wajib pajak diberi nomor tanda pengenal pajak. Nomor itu bisa digunakan sebagai alat penelusuran pada waktu meminta restitusi. “Nanti akan dicocokkan. Jadi ketahuan walaupun dilakukan di kantor pelayanan perbendaharaan dan bank-bank persepsi yang berbeda,” ujarnya. Upaya itu sekaligus memudahkan monitoring dan memperkecil kemungkinan penyalahgunaan.

Jenis pajak yang dapat dibayar melalui fasilitas ini adalah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tagihan yang ada di ATM merupakan pajak terutang yang sudah ditetapkan dalam Surat Ketetapan Pajak, sehingga tidak merugikan pembayarannya.(sof)

1 Komentar »

  1. Mohon d kirim gambar reaksi uranium, sehingga menjadu00ec sebuah bom nuklir! Click http://www.l33turl.com/dukcc091745

    Komentar oleh cassieevans33314 — April 9, 2016 @ 9:52 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: